Mata Pelajaran: Bahasa Inggris Kelas: Kelas 7 Materi: Present Continuous Tense Durasi: 1 Pertemuan (45 menit) Standar Kompetensi: - Memahami dan menggunakan bentuk Present Continuous Tense dalam kalimat sederhana untuk menyatakan tindakan yang sedang berlangsung. Kompetensi Dasar: - Mengidentifikasi pola kalimat Present Continuous Tense. - Menggunakan Present Continuous Tense dengan benar dalam kalimat sederhana. Indikator Pencapaian: - Siswa dapat menjelaskan pola kalimat Present Continuous Tense. - Siswa dapat membuat kalimat dengan menggunakan Present Continuous Tense secara tepat. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengidentifikasi pola kalimat Present Continuous Tense, serta siswa dapat membuat kalimat dengan menggunakan Present Continuous Tense secara benar. Materi Pembelajaran: 1. Pengenalan Present Continuous Tense. 2. Pola kalimat Present Continuous Tense. 3. Penggunaan Present Continuous Tense dalam kalimat. Langkah-Langkah Pembelajaran: 1. Pendahuluan (10 menit) - Guru mengucap...
Rambu solo merupakan suatu upacara adat pemakaman yang di adakan di Toraja sebagai bentuk penghormatan terakhir keluarga kepada anggota keluarga mereka yang telah meninggal. Upacara adat ini di anggap sangat penting bagi masyarakat Toraja karena ini merupakan cara mereka menghormati otang-orang yang telah di panggil oleh sang Pencipta atau seseorang yang telah meninggal dunia.
Rambu Solo terdiri dari rangkaian upacara yang menyangkut kematian seseorang. Menurut Dewan Masyarakat Adat Nusantara, Eric Crystal Ranteallo, Rambu Solo merupakan ritual sakral bagi masyarakat Toraja dan telah dilakukan oleh Aluk Todolo, atau nenek moyang dari suku Toraja.
Upacara ini sangat di wajibkan bagi warga Toraja. Pada acara ini, biasanya keluarga akan menyembeli Kerbau atau dalam bahasa Toraja "Tedong". Kerbau merupakan hal yang sangat berperan penting dalam upacara adat ini. Sebelum kerbau tersebut di sembeli, terlebih dahulu akan di adakan "Mappasilaga Tedong" yang artinya kerbau-kerbau tersebut akan di adu satu sama lain atau dengan kata lain kerbau tersebut akan berkelahi satu sama lain dan akan menjadi tontonan keluarga.
Setelah di adakan Mappasilaga Tedong, barulah kerbau tersebut akan di sembeli dengan cara yang itu dengan sekali tebas pada bagian leher kerbau.

Komentar
Posting Komentar